puisi

Maret 19, 2008 at 7:12 am (puisi)

….aku masih menyayangi dia…..
kini…..aku kembali mengingat dia…
dia yang sudah pergi….
dia yang mungkin tak akan pernah,,
mengenangku sedikit pun….
apa lagi yang aku harapkan…..???
seharusnya….
aku sudah bisa melupakan dia…..
seharusnya…..
aku sudah bisa membenci dia……
karena dia sydah amat sangat menyakiti hatiku….
tapi….
hati ini tak akan pernah bisa berdusta…..
hati ini masih amat sangat menyayangi dia…..
hati ini tak pernah bisa untuk membenci dia…..
oh Tuhan…..
dimanakah dia sekarang….????
masih ingatkah di padaku……????
apakah dia merindukan aku…..????
seperti aku di sini yang ….
amat sangat merindukan dia….

inikah cinta?
bersamamu……………
terkadang sedih…….
terkadang bahagia…..
terkadang meyakitkan hati……taukah aku arti dari?
semua perasaan ini?
ingin ku mencoba
tuk lari……
tuk sembunyi……

namun bayanganmu…..
selalu mengikuti…
apakah perasaan ini?
juga kau rasakan?
dan……………
mungkinkah ini yg disebut?
“CINTA”

ayat ayat cinta I
serangkai kata terangkum sempurna…
dari seorang penyair cinta…
tertorehkan di padang padang gersang gurun sahara…
persinggahan para musafir haus rasa…
inspirasi pujangga kelana….
disaat merasa getar getar asmara…
melanda nurani terdalamnya…
teriknya sang surya…
tak kan jadi penghalang baginya…
demi belahan jiwa…
kan ditempuh sepenuhnya…
kan dilalui seutuhnya….
diujung lorong waktu….
cinta itu bersatu…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

puisi

Maret 19, 2008 at 7:03 am (puisi)

Puisi Cinta Kenangan Bersama

Pada sekuntum mawar yang mekar
dan air sungai yang mengalir
disitu ku lihat
terukir wajah mu
dan tertulis….
kisah cinta kita berdua.Sebuah nostalgia yang lalu
tidak mudah untuk ku lupakan
dan masih ku simpan erat-erat
didalam sebuah potret
wajah kita bersama.

Puisi Cinta Datang Kembali Lagi

Aku tahu
PUISI CINTA sudah mulai pergi
tidak datang lagi
sudah lari jauh dariku
terlalu jauh
entah dimana.Aku tahu
PUISI CINTA sedang sakit
tidak lagi bangkit
terlalu uzur untuk memandang ku
tidak mahu bersama ku
dan bosan terhadap ku.

Aku tahu
PUISI CINTA mulai benci terhadap ku
Kerana aku….
dan ramai manusia lain…
sudah berhati batu!

Karena Anugerah Ini Begitu Indahnya

Layaknya kemarau rindukan hujan
Ladangku tak lagi gersang
Tertutup tanah basah
Menyemir tampak tak lagi tandus
Risau yang dulu sempat
Menandu jiwa rapuh ini
Detik ini tak lagi berirama sendu
Ataupun berlantun lagu kealpaan hatiSajak ku tlah terbungkus
Menyemai bersama perantauan jiwaku
Aku terdiam kian dalam
Aku melangkah dalam keanugrahan….

Mimpi ini…Seperti mimpi
Aku tak ingin terjaga
Mimpi nyata ini indah begitu sempurna
Aku ingin terus merasakan semua ini…

Rinduku

Senyummu adalah bahagiaku
Ceriamu adalah dambaku
Gelisahmu adalah kebimbanganku
Air matamu adalah kesedihanku
Kau pelipur lara dukaku
Kau pengiring suka citaku
Ikatan ini berawal dari hati atas nama cinta
Jalinan ini bermula dari rasa atas nama sayang
Pertautan ini berasal dari angan atas nama rindu
Sungguh ini adalah cinta, sayang, dan rindu..
Cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdianKU
Malam ini bintang bersinar cinta, bulan tersenyum sayang, angin mendesir rindu
Wahai bintang, bulan dan angin
Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepadanya
“Sungguh Aku Sangat mencintaimu”

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar