film

Maret 20, 2008 at 2:00 pm (film)

Judul Film : “In The Name Of Love”
Jenis Film
- Drama PercintaanPemain
- Vino G Bastian, Acha Septriasa, Christine Hakim, Roy Marten, Tutie Kirana, Cok Simbara, Lukman Sardi, Luna Maya, Tengku Firmansyah, Nino Fernandez, Yama Carlos, Dicky Wahyudi, Marsha Timothy, Panji Rahadi, Dhea Ananda, Ario Bayu

Sutradara
- Rudi Soedjarwo

Penulis
- Rudi Soedjarwo, Titien Wattimena

Produser
- Rudi Soedjarwo, Tutie Kirana, Koko ST Utomo

Produksi
- Valiant Circle Production

Homepage
- http://www.inthenameoflovemovie.com/

Trailer
- http://www.inthenameoflovemovie.com/

Rilis
- 10 April 2008


Sinopsis
Satrio Hidayat (Cok Simbara) sangat mencintai Citra (Christine Hakim), namun kisah mereka harus berakhir, karena Satrio tak kunjung melamar Citra, dengan alasan belum mencapai kemapanan. Citra pun menikah dengan Triawan Negara (Roy Marten) yang ternyata menggores luka di batin Satrio.

Waktu berlalu, membawa Satrio maupun Triawan, sukses di bidangnya masing-masing, kebencian di antara mereka pun terbawa, hingga di satu titik mereka mempertunjukkan permusuhan dengan saling menjatuhkan di depan publik. Sejak itulah kebencian menjadi abadi dan diturunkan ke anak-anak mereka.

Pernikahan Satrio dengan Kartika (Tutie Kirana) dikaruniai tiga anak lelaki, Aryan (Lukman Sardi), Aditya (Tengku Firmansyah), dan Abimanyu (Vino G Bastian). Sementara, Triawan dan Citra memiliki anak-anak Rianti (Luna Maya), Panji (Yama Carlos), Banyu (Nino Fernandez), Saskia (Acha Septriasa) dan Dirga (Panji Rahadi).

Hingga kemudian Saskia dan Abimanyu saling jatuh cinta.

Saskia, yang menjadi junior Abimanyu di kampus, menjalani hubungan yang mereka tau tidak akan disetujui keluarga mereka. Tapi mengatasnamakan cinta, mereka berjuang, di tengah permusuhan dan carut marut keluarga mereka. Mereka pun tinggalkan keluarga demi cinta itu. Perseteruan pun meningkat, karena kenekadan mereka. Kedua keluarga pun saling buru, sementara dalam keluarga mereka masing-masing pun masalah tak pernah berhenti menghampiri.

Abimanyu dan Saskia pun bertahan, dengan keyakinan, bahwa cinta harus diperjuangkan…

Video Streaming Klik Disini

Judul Film : “Kereta Setan Manggarai”
Jenis Film
- HororPemain
- Vera Lasut, Ocke Mulyawan, Ferry Agustian, Nelly Yustikarini, Renaldo Thompson

Sutradara
- Nanang Istiabudi

Penulis
- Kumar Pareek, Dhiyute

Produser
- Sagar Mahtani

Produksi
- MM CREATIONS

Homepage
- http://www.keretasetanmanggarai.com/

Trailer
- http://www.keretasetanmanggarai.com/

Durasi
- 100 Min

Rilis
- 18 Maret 2008


SinopsisKey, Fifi, Dado, Rey dan Fajar merencanakan sebuah liburan yang mengasyikkan di Bandung, namun perjalanan mereka sedikit terhambat, karena Dado harus mencari kabar dua orang sepupunya yang tak kunjung pulang selepas berlibur ke Bogor. Raut khawatir yang ditunjukkan oleh Om Dado saat mengatakan, bahwa kedua sepupunya telah pulang sejak semingu lalu membawa mereka ke dalam sebuah pencarian yang awalnya terlihat mudah.

Perjalanan membawa mereka ke sebuah jalan buntu yang menyesatkan, hingga kemudian kejadian aneh mulai bermunculan satu demi satu, rumah tua ditengah hutan, kakek dan cucunya yang misterius hingga kecelakaan yang menyebabkan mobil mereka tertabrak kereta. Berusaha mencari pertolongan, mereka pun berlari menyusuri rel menuju stasiun terdekat. Lelah dan panik menyebabkan mereka melupakan semua pesan dan cerita dari Om-nya Dado untuk tidak naik kereta pada malam jum’at. Merekapun naik kereta yang kebetulan sedang berhenti distasiun tersebut, kereta terakhir menuju Jakarta.

Rasa aman yang sempat melingkupi mereka berubah drastis saat satu demi satu mulai merasakan gelagat aneh yang ditunjukkan oleh para penumpang kereta, hingga ketika mereka sadar, bahwa kereta ini tak jua berhenti di beberapa stasiun. Berjuang untuk bisa bertahan, kebersamaan mereka pun dipertaruhkan karena untuk bisa keluar salah satu dari mereka harus menjadi tumbal.

Judul Film : “APARTMENT 1303″
Jenis Film
- Horror/ThrillerPemain
- Nariko Nakagoshi, Eriko Hatsune, Yuka Itaya, Naoko Otani, Arata Furuta

Sutradara
- Ataru Oikawa

Penulis
- Ataru Oikawa, Kei Oishi

Produksi
- Art House & International

Durasi
- 97 Min

SinopsisApartemen 1303 bercat putih, terang dan berada di lantai tiga belas. Pemandangan laut yang indah dikamar apartemen tersebut menyimpan kisah mencengangkan.

Beberapa gadis memutuskan untuk bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari balkon disebuah apartemen yang baru mereka tempati. Saat Yuka, pindah ke apartemen tersebut, ia tidak menyangka akan bernasib lebih baik. Saat ia mulai membereskan barang-barangnya, ia menyadari bahwa seseorang turut menghuni kamar itu.

Judul Film : “Skandal Cinta Babi Ngepet”
Jenis Film
- DramaPemain
- Ratu Felisha, Ferry Fernandez, Olga Syahputra, Chika, Arthur Tobing

Sutradara
- KK Dheeraj

Penulis
- Dede Ferdinand

Produser
- KK Dheeraj

Produksi
- K2K Productions

Homepage
-

Trailer
-

Durasi
- 90 Menit

Rilis
- 27 Maret 2008


Sinopsis
Putri (Feli) adalah putri tunggal seorang pengusaha kaya, Pak Hasan (Arthur) yang sudah lama menduda. Karena tidak mendapat kasih sayang ibu, Putri terjebak dalam pergaulan bebas yang mengejar kenikmatan seks bersama dengan kawan-kawannya Ryan (Olga) dan Chika (Chika).

Suatu hari dalam perjalanan menuju villa di puncak, mobil mereka mengalami kecelakaan. Putri yang tak sadarkan diri dirawat oleh Ridho (Ferry Fernandez), pemuda yatim-piatu yang mencari nafkah dengan menjadi ojek sepeda. Tak terhindarkan pecintaan antara Puti dengan Ridho. Namun hubungan mereka ditentang oleh Pak Hasan yang mengusir Putri dari rumahnya.

Demi cinta Putri ikhlas diperistri oleh Ridho. Setelah menikah kesulitan ekonomi ternyata membuat mereka menempuh jalan singkat dan sesat. Memohon kepada siluman babi ngepet dengan imbalan Putri harus mau melayani mahluk gaib tersebut.

Pada awalnya mereka cukup berhasil, pada malam-malam tertentu, Ridho berubah menjadi seekor babi dan mendatangi rumah orang kaya untuk memindahkan kekayaan mereka. Kesulitan mereka perlahan teratasi, namun perubahan kekayaan yang mendadak tersebut membuat penduduk setempat curiga. Akankah Putri dan Ridho sadar akibatperbuatannya ?

Video Streaming Klik Disini


Review
Film berjudul ‘Skandal Cinta babi Ngepet’ merupakan sebuah film yang diklaim bergenre drama. Film garapan sutradara KK Dheeraj ini menceritakan tentang percintaan antara miskin dan kaya yang dibumbui cerita babi ngepet.

Secara keseluruhan film garapan K2K Production ini lebih baik dibandingkan dengan film sebelumnya yang berjudul ‘Genderuwo’.

Meski demikian, film ini tidak memiliki arah yang jelas. Apabila dikatakan film drama maka film ini belum dapat menyentuh sisi lembut hati penontonnya. Sementara apabila dikatakan film bergenre komedi, hal itu hanya ditayangkan sekitar 30 menit pertama dimana sosok Olga Syahputra memberikan warna ceria. Namun jika dikatakan bergenre horor film ini belum dapat memberikan kesan mencekam dalam terbarunya ini.

Selain itu, dalam film ini sang sutradara belum dapat menyampaikan hubungan antara judul dengan isi film. Karena adegan-adegan itu tidak menggambarkan skandal cinta seperti apakah yang akan disampaikan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ayat-ayat Cinta The Movie

Maret 20, 2008 at 1:03 pm (videos)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Avril Lavigne ” When You’re Gone “

Maret 20, 2008 at 12:54 pm (videos)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

tips

Maret 19, 2008 at 8:15 am (tips)

Diakah pasangan idealmu:

 

Pasangan asmara yang ideal tentunya adalah yang dapat memenuhi kebutuhan kamu. Misalnya saja kamu menyukai kehidupan glamor maka pasangan yang ideal adalah yang bisa melimpahi kamu dengan materi. Namun sebenarnya hal ini adalah faktor yang terlihat di permukaan saja. Ada hal-hal lain yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih pasangan hidup:

1. Tulus hati dan jujur

Perhatian yang diberikan kepada kamu bukanlah pura-pura atau berdasarkan pamrih. Kamu juga bisa yakin bahwa dia .jujur pada dirinya sendiri, kamu dan orang-orang di sekitarnya. Agar ia bisa jujur tampilkan dirimu apa adanya, jangan terlalu banyak memoles diri. Dengan demikian pasangan kamu akan memnunjukkan dirinya yang sebenarnya.

2. Bisa menghargai perbedaan

Dia tetap bisa menghargai keputusanmu meskipun kamu memiliki cara pandang yang berbeda dengannya.

3. Kematangan dan tanggung jawab

Tanda-tanda seseorang telah mencapai kematangan pribadi adalah bila seseorang bersedia membantu memcahkan masalah, tidak ingkar janji. Bila dia tidak memiliki kematangan dan tanggung jawab, kamu akan merasa tidak nyaman disampingnya.

4. Punya kepercayaan diri

Ia tidak mudah terombang-ambing, tidak gampang tersinggung, dan tidak menganggap dirimu sebagai ancaman. Jika pasanganmu tidak punya rasa percaya diri, akan sulit bagi Anda untuk sejalan dengannya dalam banyak hal.

5. Terbuka secara emosional

Dia mau berbagi perasaan baik ketika senang ataupun susah. Keterbukaan emosional menandakan pula bahwa ia mempercayai kamu dan merasa nyaman di dekatmu.

6. Memiliki perhatian

Perhatian bisa melanggengkan hubungan asmara. Tapi jangan kamu saja yang terkagum-kagum dengannya. Dia pun harus memiliki perasaan yang sama padamu.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

humor

Maret 19, 2008 at 8:07 am (humor)

Pelaku yang Menandatangani Perjanjian Linggarjati

Category: Humor Umum

“Hei, kamu yang berdiri di belakang,” ucap dosen sejarah. “Coba sebutkan para pelaku yang menandatangani Perjanjian Linggarjati!”
“Maaf, saya nggak tahu, Pak.”“Apa? Nggak tahu? Baiklah, kalau begitu sebutkan saja tahun berapa perjanjian itu ditandatangani?

“Maaf, saya nggak tahu juga, Pak.”

“Nggak tahu sama sekali? Bahan itu kan sudah saya tugaskan untuk dibaca minggu lalu. Lantas untuk apa kamu datang ke sini?”

“Mau memeriksa kabel lampu ini, Pak. Saya petugas PLN.”

Category: Humor Umum

Seorang salesman sedang mempromosikan produk perusahaannya kepada seorang anak kos. Dia menanyakan pertanyaan tentang produk yang dipakai anak kos itu.“Sabun mana yang Anda gunakan selama ini?”

Anak kos dengan santai menjawab, “Sabun Baba.”

“Kalau odol, odol mana yang Anda gunakan?”

“Odol Baba,” jawab anak kos.

“Parfum?”

“Parfum Baba.”

“Sampo?”

“Sampo Baba.”

Akhirnya dengan frustrasi si salesman bertanya lagi, “Ok, apakah Baba ini perusahaan lokal atau multinasional karena saya belum pernah dengar? Siapa tahu Anda selama ini memakai produk yang tidak sehat.”

Anak kos itu menjawab, “Bukan perusahaan kok, Mas. Baba itu teman kos saya.”

Category: Humor Umum

1. Cowok Pendiam
Melihat secangkir kopi mengepul panas-panas dia hanya diam saja dan hanya memandang jauh ke dalam cangkir itu… sampai kopinya dingin masih didiemin saja…2. Cowok Penyabar
Di depan sudah terhidang kopi panas… dia tunggu dengan sabar sampe kopi itu dingin, terus dia minum pelan-pelan, sesekali disruput dalam-dalam… bisa berjam-jam menikmati secangkir kopi itu…

3. Cowok Pencemburu
Gak bisa diem dia liat temennya srupat-sruput kopi aceh sementara dia hanya dapet kopi instan…

4. Cowok Penyayang
Sebelum minum kopi dia pegangin cangkir itu… diusap pelan-pelan bibirnya (bibir cangkir maksudnya, siapa tahu ada bakteri nempel), setelah itu dia berkata… oh my coffee, i miss u, i like u, i need u… slurpssss…

5. Cowok Gak Penyabar
Begitu liat di meja ada secangkir kopi dia embat saja tanpa permisi… (bahkan dia rela minum kopi panas-panas… biar gak keburu ketahuan heheheh)

6. Cowok Pemalu
Gak berani nyruput kopi di muka umum… apalagi di depan calom mertua… biasanya dia bawa secangkir kopi itu ke toilet atau kalo nggak mukanya ditutupin koran pas dia minum…

Category: Humor Umum

Tiga orang filsuf bermaksud untuk bersemedi di tepi sebuah danau.”Waduh, aku lupa membawa alas duduk,” kata filsuf pertama.
Ia lalu pamit, melangkahkan kakinya di atas air danau, dan menyeberanginya menuju ke tempat tinggal mereka di seberang danau.

Ketika ia kembali. Filsuf ke dua berkata, “Aku lupa menjemur bajuku. Aku pergi dulu ya.” Ia berjalan di atas air danau dan menyeberanginya dengan mudah.

Filsuf ke tiga berpikir bahwa kedua rekannya itu pasti ingin unjuk kebolehan di hadapannya.
“Ah, aku juga bisa. Lihat saja,” katanya. Ia lalu melangkahkan kakinya ke atas air danau dan langsung tenggelam. Filsuf ke tiga ini berenang ke tepi, dan kemudian mencoba lagi untuk berjalan diatas air dan kembali gagal.

Ia terus mencoba sampai akhirnya filsuf ke dua berkata kepada filsuf Pertama, “Sebaiknya kita beritahukan saja letak batu-batunya.”

Category: Humor Umum

Seorang cowok muda tampan yang berpakaian aneh berjalan menuju bar. Ia melihat seorang cewek yang heran memandanginya. Ke-geer-an, si cowok menghampirinya dan berkata,”Aku akan melakukan apa pun untukmu, Cantik. Katakan apa maumu dalam dua kata, dan aku akan menurutinya, kamu cuma perlu bayar lima ribu rupiah.”

Setelah diam sejenak, si cewek membuka dompetnya dan memberi cowok itu, lalu berbisik, “Bersihkan rumahku.”

Ujian Pangeran yang Mencari Permaisuri

Category: Humor Dewasa

Tersedia lowongan menjadi menantu kerajaan Segar Sari
Dicari permaisuri yang cantik dan halus. pelamar akan dites langsung oleh pangeran sendiri.Pelamar pertama di tes,
Pangeran : “Ceritakan pengalaman sex anda”
Pelamar: “Saya punya pengalaman segudang, saya tokoh porno dan lebih suka sama bule”
Pangeran : “Aduh… kamu gagal, pendamping jangan lebih berpengalaman dong” (lagian takut kena aids)

Pelamar Kedua,
Pangeran : “Aanda pernah bersetubuh?”
Pelamar : “Belum”
pangeran: “Bohong, coba saya pegang” (pangeran pegang pundak, belakang, dada dan perut gadis itu)

“Bagian bagian ini sudah disentuh laki laki?”

Pelamar : “Sudah” (Pangeran lanjutin lagi megang paha, pangkal paha sampai bagian yang paling sensitif)
Pangeran: “Kalau bagian bagian ini?”
Pelamar : “Sudah tapi tak dimasukan”
Pangeran: “Anda gagal”

Pelamar ketiga
Pangeran: “Saya lihat dari surat lamaran anda kok, pengalaman dalam sex tidak sama sekali, tapi saya tidak percaya!. coba saya pegang…”

(Pangerang memegang pundak, belakang dan dada, pelamar mengatakan belum disentuh lelaki ketika pangeran meneruskan ke arah paha)

Pelamar: “Ah… jangan, ini saya jaga agar tidak disentuh oleh lelaki”

(dan sambil menunjukan pangkal paha ia berkata) ini juga (pangeran 100% kontan percaya.

Pada saat malam pertama permaisuri terus menyelak untuk disetubuhi. karena nafsu sang pangeran sudah tak tertahan, ia menyuruh para laskar untuk mengikatnya dan terakhir).

Teramat sayang ternyata pelamar ketiga itu adalah banci…

  
Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami
Category: Humor DewasaIstriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap aku sinari
Jadi..
Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah…Balasan Puisi sang istri …

Suamiku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII..
Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
Pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu… MENTARI atau lilin ? PLIS DEH…!!!

  

Cara Agar Semua Cewek Mau dengan PriaCategory: Humor DewasaSuatu hari seorang pria yang merasa putus asa karena sering ditolak cintanya, memutuskan untuk berobat ke seorang dukun, yang katanya hebat itu.Si Pria : “Kun, gimana caranya supaya gua ganteng dan semua cewe mau ama gue?”
Dukun : “Yah… itu sih gampang. Tapi ada syaratnya, mau ngga”??
Si Pria : “Ya, apapun syaratnya akan saya jalanin Kun”!
Dukun : “Syaratnya “Kamu ngga’ boleh pake CD kalo pergi kemana-mana.”
Si Pria : “wah….itu sih…kecil”!

Kemudian Si Pria tadi pulang ke rumah, dan segera membuang semua CDnya.

“Keesokan harinya Si Pria tadi bangun kesiangan, padahal hari itu pelajaran Dosen yang paling dangerous”.

“Dengan terburu-buru dia langsung mengganti pakaian tidurnya dengan baju yang mengantung di pintu kamarnya”.

Sesampainya di Kampus dia binggung kenapa semua orang melihatnya dengan tatapan yang tajam, ada wanita yang sampe mengeluarkan air liurnya, ada yang sampai-sampai matanya mau keluar, dan ada juga yang tersenyum-senyum kecil”.

Kemudian dia berfikir sejenak.
“Wah… jangan-jangan ini gara2 anjuran dari si Dukun. Ternyata si Dukun emang hebat.

Nggak berapa lama, salah seorang anak kampus yang rada BETY nyeletuk

“Eh… Jokel, udah anunya kecil (sambil menunjuk ke arah yang dimaksud) pake dipamerin segala lagi. Gue sih… kaga napsuuuuuu.”

Kemudian si Pria langsung melihat ke arah yang dimaksud, dan berkata

Si Pria: “OMG (oh……my God)”

Tenyata celana yang dipake bolong…

 


 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

pantun

Maret 19, 2008 at 7:39 am (pantun)

BERKASIH
Ayam didik mulalah terbang
Ambilkan dedak berilah makan
Jangan cik adik merasa bimbang
Segala kehendak abang tunaikan.
Bawa peti dari Melaka
Berisi pakaian si anak raja
Kalau hati sudahlah suka
Semua keadaan indah sahaja.
Rose
Dihinggap api habis rentung
Kayu alang atapnya ijuk
Buah hati pengarang jantung
Kalau meradang payah dipujuk
Rindu dendam keluh kesah
Seolah sembilu menusuk kalbu
Rinduku dalam hatiku resah
Terasa pilu tidak bertemu
Tunduk malu tidak biasa
Bunga Melati jadi tumpuan
Sehari berlalu setahun terasa
Rindu di hati padamu puan
Ikan batu di atas bara
Pohon selasih di tepi kota
Fikiran buntu badan sengsara
Bila kekasih tiada dimata
Lalu dewata terbang melayang
Habis mati kera dan lontong
Siapa kata saya tak sayang
Penangan hati buah jantung
Pohon senduduk pohon sengkuang
Hinggap penyengat di dalam pasu
Di mana duduk terkenangkan tuan
Luluh semangat letih lesu
Peluh mercik penat berjuang
Hang Jebat duduk beradu
Minta bekal dari puan
Hendak mengubat hati yang rindu
Pak Kaduk menghisap candu
Peluh keringat jari kematu
Di mana duduk di situ merindu
Hanya teringat cinta yang satu
Tuan Puteri di atas biadak
Parasnya cantik gilang gemilang
Pesan tidak cakap pun tidak
Tiba-tiba sahaja menghilang
Tikar mengkuang berbelang-belang
Ayam dara atas pedati
Kasih tuan tidak terbilang
Sudah jelira dalam hati
Budak-budak membuang dedak
Penuh setimba di celah batu
Berdua tidak, bertiga pun tidak
Kasih hamba hanyalah satu
Dicelah tudung bunga terselit
Lembut gebu bunga seroja
Kasih tuan kasih dikulit
Tanam tebu dibibir sahaja
Rumah dikota sangatlah bersih
Tempat bermain orang kaya
Bertentang mata berasa kasih
Jumpa yang lain lupakan saya
Pokok selasih pokok bayam
Dalam kepuk buah berangan
Seorang kasih seorang sayang
Tidak bertepuk sebelah tangan
Rumput ku cantas habis rata
Burung serindik mematuk betik
Beribu melintas di depan mata
Hanya cik adik kupandang cantik
Kunang-kunang berkerlip cantik
Dalam pasu tidak kelihatan
Bila terkenang diri cik adik
Letih lesu rasa badan
Rama-rama selembut baldu
Bebas laksana layang-layang
Sama-sama menanggung rindu
Tidur  tak lena makan tak kenyang
Menjamu tamu dipagi raya
Penangan sura rasanya tawar
Hendak bertemu apakan daya
Hanya suara menjadi penawar
Dinda cantik tinggi lampai. 
Dada bidang rambut mengurai. 
Putih melepak lembut gemalai. 
Kekanda melihat rasa terkulai
Walau bunga kembang setaman
Bunga mawar masih dipuja
Walau ramai menjadi teman
Dalam hatiku dinda sahaja
Hendak kusukat air madu
Dari guri kedalam loyang
Semakin dekat semakin rindu
Saban hari semakin sayang
Gilang gemilang pelamin diraja
Bersesak-sesak rakyak disitu
Kenapa dinda bermuram durja
Kanda resah dinda begitu
Pohon selasih tumbuh melata
Tumbuh diperdu pokok sena
Sepasang kekasih mabuk bercinta
Siang merindu malam merana
Buah kuini jangan dipegang
Barangan juadah bersama selasih
Saya ini orang nan dagang
Adakah orang membalas kasih
Tinggi-tinggi burung merbuk
Terbang melayang ketanah rata
Hati teringat mulut menyebut
Wajah terbayang di depan mata
Hujan basah habis basah
Sejuk mengeletar tidak mengapa
Sudah lama kita berpisah
Baru kini kita berjumpa
Bunga saya bunga Melati
Bunga-bungaan harum baunya
Kasih saya sepenuh hati
Kasih tuan mana hinggapnya?
Pungguk terbang diawan-awanan
Hampir tak terlihat dek mata
Kalau hati rindu-rinduan
Rindu dihati meronta-ronta.
Budak sekolah berbekalkan susu
Pergi berkelah mengutip lokan
Mengapa adik diam membisu
Kalau salah harap maafkan
NASIHAT
Pergi kehutan mengutip pegaga
Pegaga tumbuh di dalam paya
Hendak lari mulut naga
Termasuk pula kemulut buaya.
Buah berangan buah bidara 
Ranting tersangkut dihadapan pintu 
Bersubang ku sangka dara 
Bermisai berjanggut kenapa begitu
Berkubang di lubuk batu 
Berlengging dalam perahu 
Orang bersubang dia begitu 
Orang GAY dia tak tahu
Burung didik terbang di awan 
Mudia belia menangkap ikan 
Baik-baik bila berkawan 
Akhlak mulia mesti diutamakan
Dalam lubuk banyak toman 
Sekali bah mudik ke rawa 
Ustaz sibuk menjual iman 
Duduk menyembah menteri dewa
Batang beremban ditarik kuda 
Kuda meringgit hendak makan 
Burung terbang dipipiskan lada 
Guruh dilangit tempayan dicurahkan
Menanggung dosa itu berat
Walau pun pada orang yang alim
Wajib manusia menutup aurat
Terutamanya pada wanita muslim
Hari raya hari yang berkat
Bermaaf-maafan sesama saudara
Hai maknusia bulatkan tekad
Perintah Allah laksanakan segera
Puasa itu satu perintah
Oleh Allah yang maha perkasa
Perintah itu jangan dibantah
Wajibnya itu pada yang berkuasa
Sehari sudah lesu berpuasa
Hidangan berbuka sudah tersedia
Jangan kamu membazir masa
Mulai beribadat semasa belia
Fitnah itu tiada ampunnya
Kerana dosa sesama manusia
Mulut celupar mudah luahnya
Janganlah dibuat kerja sia-sia
Beli sekayu kain kasa
Cukup diukur dengan lerengnya
Bangsa Melayu menjaga bahasa
Lengkap dengan sopan adapnya
Beli sekayu kain kasa
Cukup diukur dengan lerengnya
Bangsa Melayu menjaga bahasa
Bahasa cabul patang larangnya
Ikan perkasam siikan gelama
Duduk tersimpan di dalam baki
Yang Islam dibunuh kerana agama
Melayu berbunuh kerana dengki?
Fitnah itu tiada ampunnya
Kerana dosa sesama manusia
Mulut celupar amat cabulnya
Jangan disebut yang sia-sia
Sekular mengutuk tidak bermoral
Di sisi ugama hina dina
Mulut celupar bagai tak sara
Bergaul bebas jantan betina
Roti kaya airnya bandung
Jadi hidangan datuk panglima
Biar pun kaya 7 gedung
Tidak sembahyang tiada berguna
Padi sedang tumbuh subur
Senduduk menumpang bayang
Menangis badan dipinggir kubur
Teringat hidup tidak sembahyang
Logam emas dibuat dinar
logam besi dibuat dawai
Kalau tak berani berkata benar
Tak usah hendak jadi pegawai
Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Kalau memakai baju lusuh
Habis diguna emas dipinggang
Sahabat akan jadi musuh
Sanak saudara jadi renggang
BERPISAH/KECEWA
Ayam didik disambar helang
dari sumur sampai kekali
Tinggal cik adik abang pulang
Panjang umur jumpa kembali
Puteri di taman memakai gelang
Rambut berjurai bawah mahkota
Bunga idaman disambar helang
Jatuh berderai si air mata
Sayang-sayang mabuk kepayang
Bunga ditangan disunting kumbang
Belum dapat abang sayang
Sudah dapat abang terbang
Melompat belalang seperti disampuk
Melihat memerang hendak berperang
Apa malang si bujang lapuk
Bunga ditangan disambar orang
Kalau bunga dikacau kumbang
Habiskah layu kering mati
Bila berjauhan hatiku bimbang
Adik akan berubah hati
Walau bunga kembang setaman
Bunga mawar masih dipuja
Walau ramai menjadi teman
Dalam hatiku dinda sahaja
Hendak kusukat air madu
Dari guri kedalam loyang
Semakin dekat semakin rindu
Saban hari semakin sayang
Kalau ada sumur diladang
Mandi jangan di bulan terang 
Apa nasib celaka badan
Tunangku hilang dilarikan orang
Kayu jati buat tenggala
Kerbau berdua dipakaikan galang
Rasa hati bagai nak gila
Ayam seekor disambar helang
Tikus berangan menjadi singa
Asah senjata atas beras
Gamat kompang perit telinga
Air mata mengalir deras
MERISIK
Pohonnya rendah dahannya rendah
Bertebar ke bumi buah bidara
Minum sudah sirihpun sudah
Bolehlah kami buka bicara
Rebus laksa lalu disejat
Jangan terkurang letak kuahnya
Kami datang membawa hajat
Hajat orang kami penyampainya
Mengapa pipit terbang rendah
Siraja udang menangkap ikan
Air sudah sirihpun sudah
Hajat apa sila khabarkan
Bulan bintang hendak dipanjat
Tali sabut siap dipintalkan
Kami datang membawa hajat
Hajat disambut lalu diutuskan
Ditengah rimba singgah raja
Berasa gusar membina kota
Bukan hamba datang sahaja
Niat besar tidak terkata
Ada berapa kuntum Melati
Cukupkah dikalungkan
Ada apa niat dihati
Mengapa tidak disampaikan
Ukiran tersusun diatas rusuk
Bunga raya di atas baki
Kedalam rumah sudah saya masuk
Diatas kerusi sudah saya duduki
Penat sudah membajak bendang
Mempelam ranum bekalan kakak
Air manis sudah terhidang
Jemput minum membasah tekak
Ku semai padi penuh sebendang
Selepas sehari-hari membajak
Hari ini saya bertandang
Datang kemari membawa hajat
Jentayu burung di awan
Batu gemala penghias mahkota
Tepak sirih di atas puan
Itulah mula pembuka kata
MENYATA MAKSUD
Buah berangan di dalam peti
Pucuk ijuk rebah kebumi
Apa gerangan hajat di hati
Datang memijak gerubuk kami
Beratur landak mencari makan
Pohon pegaga di depan pintu
Masjid hendak kami dirikan
Dua keluarga hendak disatu
Cantik sungguh Dang Anum
Bersanggul dengan gegetarnya
Buah masak sudahke ranum?
Bunga ditaman sudahkah berpunya?
Kumbang mengintai dilaman
Hinggap diranting mencari pasangan
Bunga kembang di dalam taman
Hendak kami sunting dalam jambangan
Pokok kerini jangan dipanjat
Kalau dipanjat patah dahannya
Datang kami datang berhajat
Bunga ditaman siapa empunya
Kalau masih belum berpunya
Gementar tadi sudahlah hilang
Kamilah wakil datang bertanya
Kalau sudi hendak berbesan
Pecah tempurung nyuir disagat
Menahan belat digenting
Ada burung hendak diigat
Ada bunga hendak disunting
MENJAWAB
Ikan Tenggiri ikan Gelama
Buah Berangan jangan gulaikan
Besar hati kami terima
Kecil tapak tangan nyiru kami tadahkan
Indragiri negeri lama
Berpuput bayu di atas puri
Besarlah hati kami terima
Hendak ditanya empunya diri
Mangkabumi menyembah raja
Tengkolok di atas sujud kebumu
Anak kami baru bekerja
Belum terlintas hendak bersuami
Batang jerami batang rumbia
Anak denak mematuk lintah
Anak kami belum sedia
Nasi ditanak masih mentah
Kekisi perada sungguh cantiknya
Gelunsur jati rumah Melaka
Bukan ada cacat celanya
Cuma hati belum terbuka
Buah muda masih mengkal
Getah melekit di daun kobis
Anak kami masih dangkal
Tengah belajar belum habis
Buah muda masih mengkal
Sudah diperam masih tengik
Anak kami masih dangkal
Masak nasi masih hangit
Berat pending dileher jinjang
Pending disimpul lalu diikat
Hendak dirunding tidakkan panjang
Elok disimpul lalu diikat
Bapak mengkarung banyak gigi
Hendak menggigit siikan keli
Matahari sudah beransur tinggi
Mohonkan kami untuk kembali
INTERNET
Indahnya tukangan barangan antik
Perak permata menghiasi kayu
Klik sambungan paparan eletronik
Bacalah kita pantun Melayu
Sebidang kain alas berjamu
Merah bata kainnya kasa
Orang lain menambah ilmu
Adakah kita hendak menambah dosa
Menangkap belut dalam paya
Panas berdering mata berpinar
Ilmu banyak dialam Maya
Patutkah kita berbuat onar

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

horoskop

Maret 19, 2008 at 7:29 am (horoskop)

Horoskop kamu bulan ini:

 

Capricorn, 21 Des – 19 Jan

Kegiatan kamu tidak berjalan seperti seharusnya. Banyak gangguan, sehingga pekerjaan kamu tersendat-sendat. Kamu cenderung mencoba mengerjakan hal-hal baru, sayangnya kamu kurang pintar membagi waktu. Tunggu saja, bakal ada surprise untuk kamu.

Asmara: gairah menggebu-gebu

 

Aquarius, 20 Jan – 18 Feb

Kamu akan merasa hari berjalan amat lambat. Mungkin karena beban kerja kamu banyak berkurang. Kamu punya lebih banyak waktu untuk merencanakan sesuatu  yang bersifat pribadi. Perbedaan pendapat dengan teman akan sedikit membuat kesal, dan menimbulkan persoalan dilematis.

Asmara: pertengkaran kecil.

 

Pisces, 19 Feb – 20 Mar

Kelihatannya kamu harus membuat rencana yang lebih up to date. Bulan ini adalah bulan baik kamu, namun bukan berarti kamu cuma perlu duduk dan menunggu datangnya keajaiban. Kerja keras kamu akan memperoleh penghargaan dari orang lain. Suasana kerja akan lebih menyenangkan. Tak usah peduli dengan gosip tak sedap.

Asmara: kecewa dan cemas

Aries, 21 Mar – 20 Apr

Kamu akan mendapatkan sedikit masalah, tapi usahakan tetap optimis. Kamu mungkin sedikit kecewa dengan suasana kerja. Kendati kamu cukup enerjik jangan meremahkan kompetisi, intuisimu cukup tajam untuk membuat keputusan.

Asmara: bersemi lagi

Taurus, 21 Apr – 20 Mei

Kamu memang penuh ambisi, tak peduli dengan tingginya resiko demi menggapai satub tujuan. Lebih berhati-hati saat melakukan keputusan karena nafsu bisa membuat kamu kehilangan kontrol. Rencana yang sudah lama kamu tunda sebaiknya sekarang juga dikerjakan. Asmara: mudah cemburu

Gemini, 21 Mei – 20 Jun

Kamu akan menghadapi negosiasi yang sulit. Sebaiknya tidak usah setuju sebelum segalanya terlihat jernih. Pilih orang yang tepat untuk curhat, karena tidak semua orang memahaminya. Bukan saat yang tepat untuk melakukan perjalanan jauh.

Asmara: semakin hangat

Cancer, 21 Jun – 20 Jul

Tak perlu takut tertinggal, sebenarnya posisi kamu lebih di depan ketimbang yang lain. Lebih banyak waktu tersedia untuk mencurahkan kreativitasmu. Tak perlu  menanggapi gosip. Orang di sekitar kamu merindukan perhatian dan kehadiran kamu.

Asmara: saatnya untuk lebih membuka hati.

 

 

 

Leo, 21 Jul – 21 Agt

Kamu agak resah karena pekerjaan yang belum juga terselesaikan. Tetaplah rileks dan bekerja sesuai dengan rencana semula. Akan ada pertemuan cukup penting dimana kamu bisa menampilkan ide-ide kamu yang brilyan.  Saat yang tepat untuk melakukan perjalanan ke tempat wisata yang kamu inginkan. Asmara: cari suasana baru

Virgo, 22 Agt – 22 Sept

Kamu akan jadi sosok yang super kreatif. Tugas – tugas rasanya akah berhasil dengan baik. Kamu akan bertemu dengan pribadi yang sangat menarik, jangan terlibat hubungan personal dengannya.

Asmara: penuh kejutan

Libra, 23 Sept – 22 Okt

Tawaran yang semula ditolak kini akan diterima. Kamu akan jadi pusat perhatian banyak orang, bersiaplah untuk populer. Sebagian dari keinginan kamu akan terkabul. Beberapa orang di sekitar kamu akan curhat mengenai masalah keuangan.

Asmara: jangan main api

Scorpio, 23 Okt – 22 Nov

Pekerjaan menuntut tanggung jawab lebih besar dari kamu. Kemampuan kamu akan banyak diuji ketika banyak rekan yang memutuskan untu keluar. Rumah perlu sedikit dibenahi, karena akan ada tamu dari jauh yang lama tidak berjumpa.

Asmara: jangan mengungkit kesalahan.

Sagitarius, 23 Nov – 20 Des

Energi kamu memang bisa diandalkan, meski akan ada beberapa masalah, dorongan ambisi membuat kamu yakin mampui menghadapinya. Kamu mungkin merasa yang kamu dapatkan tidak sesuai dengan kerja keras. Intuisi kamu tepat sehingga  teka-teki yang membingungkan akhirnya terpecahkan juga.

Asmara:: jangan terlalu muluk-muluk

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

ramalan jodoh

Maret 19, 2008 at 7:25 am (ramalan jodoh)

Pasangan klop untukmu:

 

1. Mana yang lebih kamu sukai:

a. Mengoleksi lagu-lagu nostalgia, dan surat-surat cinta.

b. Mencoba resep baru, menghias rumah

c. Ngebut di jalan tol, main kartu

d. Mengoleksi barang antik, dan barang-barang seni

2. Misalkan hari ini kamu berulang tahun, kamu ingin:

a. Berjalan-jalan ke pantai dengan si dia

b. Berkumpul dengan teman dan keluarga di rumah

c. Main arung jeram dan bungee jumping

d. Makan malam dengan dia di hotel

3. Jenis tontonan yang menghibur kamu:

a. Musik nostalgia seperti Bee Gees dan The Beatles

b. Nonton film di bioskop

c. Nonton konser musik pop

d. Nonton konser musik klasik

4. Acara televisi yang sesuai dengan fantasi atau kehidupan nyatamu:

a. Telenovela, sinetron drama

b. Reality show

c. Film dokumenter atau traveling

d. Tayangan mode dan gaya..

5. Hadiah kejutan tanda cinta yang kamu harapkan.

a. Foto kamu berdua dalam pigura yang indah

b. DVD film-fillm terkenal

c. Pakaian dalam yang seksi

d. Perhiasan

6. Kalau berjalan-jalan dengan si dia, kamu lebih suka:

a. Menunggang kuda dengannya di tepi pantai

b. Putar-putar rumah dengan mobil antiknya

c. Naik motor naik turun gunung

d. Keliling kota dengan sedan baru

7. Rumah impian kamu:

a. Villa kecil di pegunungan

b. Rumah biasa dengan halaman luas di pinggiran kota

c. Rumah sederhana di tengah hutan

d. Apartemen besar di pusat kota

8. Makanan yang lebih kamu sukai:

a. Kue-kue yang dihias cantik

b. Sup ayam buatan sendiri

c. Mie bakso yang panas dan pedas

d. Steak daging sapi

9. Impian di saat kamu kecil:

a. Penulis buku anak-anak

b. Dokter

c. Polisi

d. Bintang film terkenal

10. Jika kamu mendapat penghargaan, penghargaan yang ingin kamu raih:

a. Sastrawan terbaik

b. Pasangan paling harmonis

c. Penakluk gunung Everest

d. Bintang film terbaik

 

 

Jika …

 

Sebagian besar jawaban kamu adalah A:

Tipe romantis: Kamu termasuk jenis orang yang sentimentil dan romantis. Bila kamu senang menonton telenovela atau sinetron drama maka kemungkinan kamu suka membayangkan dirimu sebagai tokoh dalam kisah cinta tersebut. Hidup bahagia penuh cinta bersama pasangan adalah idaman kamu.

Sebagian besar jawaban kamu adalah B:

Tipe sederhana: Kamu termasuk tipe orang rumahan. Kamu lebih suka berada di dalam rumah ketimbang malakukan kegiatan outdoor. Tipe macho adalah bukan tipemu, tetapi tipe yang manis, sederhana, dan dapat memberimu kehidupan yang stabil, aman, nyaman.

Sebagian besar jawaban kamu adalah C:

Tipe petualang: Kamu senang menguji nyali, melakukan hal-hal yang menyerempet bahaya. Tipe pasangan yang sesuai belum tentu harus menyukai kegemaran yang sama, tapi paling tidak ia harus mendukung kamu. Meski tampaknya mandiri, kamu tetap punya sifat mencintai.

Sebagian besar jawaban kamu adalah D:

Tipe materialistis: Kamu termasuk orang yang menyenangi kemewahan dan kehidupan serba gemerlap. Kamu memerlukan orang orang yang bisa meningkatkan status dan rasa percaya diri. Pengusaha kaya raya adalah pasangan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

 

 

ta  

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

cerpen

Maret 19, 2008 at 7:15 am (cerpen)

Mimpi Terindah Sebelum Mati

Cerpen Maya Wulan

RAMADHANI, sekalipun sedang sekarat, aku masih ingat dengan ucapanku pada suatu kali. Di satuan waktu yang lain, berkali-kali kukatakan kelak aku akan lebih dulu pergi darimu. “Mati muda,” kataku datar. Dan kau selalu saja mengunci mulutku dengan cara mencium bibirku. Memutus kata-kataku yang menurutmu tidak pantas. Hanya saja pada satu waktu, sebelum akhirnya kita harus berpisah untuk meluncur dihembuskan ke perut bumi, kau sempat menampar pipi kiriku ketika lagi-lagi aku mengulang kalimat tentang kematian itu. Tidak ada lagi ciuman seperti biasanya. Aku berpikir mungkin kau sudah tak bisa bersabar menghadapiku. Atau kau terlalu takut? Padahal aku sudah begitu sering bicara tentang daun yang bertuliskan namaku di ranting pohon itu. Bahwa dia, kataku, sedang menguning dan beranjak kering untuk kemudian bersegera gugur. Usianya sangat pendek, tidak akan sampai menyaingi usia kita di sana.

Tetapi kemudian kita bertemu lagi di tempat yang kita sebut kehidupan. Hanya saja situasi yang ada sangat berbeda. Kita masih seusia, tetapi tidak bisa dikatakan sebagai seorang yang dewasa. Bicara saja kita masih tidak tertata rapi. Ke sana kemari, khas bahasa anak-anak. Semua sangat berbeda dengan apa yang pernah kita lalui bersama di satuan waktu yang lampau. Sebelum kita berdua tertiupkan ke alam ini.

NAFASKU terpatah-patah. Aku merasa sangat lelah. Seperti seorang perempuan renta yang sedang menunggu masa tutup usia. Berjalan hanya dalam khayal yang sesungguhnya kedua kaki tak pernah melangkah kemana pun. Tapi aku memang belum tua. Meski juga tak bisa berlari-lari. Aku hanya terus berbaring dan berbaring. Sejak kepergian ayahku ke surga. Mataku masih menampung sekian banyak buliran bening yang belum mendapat giliran untuk tumpah. Aku terlanjur tertidur. Dan kini, aku bermimpi.

Ayahku berdiri dalam nuansa yang begitu lembut namun terkesan asing bagiku. Aku mencoba memanggilnya, tetapi suaraku tersumbat di tenggorokanku yang kering. Sudah lama sekali aku tidak minum air lewat mulutku. Hanya selang infus itu yang terus menembus tangan kananku selama ini. Ayahku begitu sunyi, seolah tak melihat kehadiranku di sini. Barangkali debur rindu di dadaku yang membuncah tak cukup keras untuk menjadi tanda keinginanku bertemu dengannya?

Aku melihat lagi gambaran ketika ayahku meninggalkanku dan ibuku. “Ayah harus ke luar negeri,” kata ibuku padaku suatu malam.

“Untuk apa?” tanyaku.
“Untuk bekerja,” sahut ayahku. “Ayah janji tidak akan pergi lama. Kau bisa menandai hari dengan terus mencoreti setiap penanggalan di kalender meja kerja ayah. Setiap hari. Dan tanpa kau sadari, ayah sudah akan kembali di sini.”

Aku memasang wajah tak percaya, “Ayah janji?”
Ayahku mengangguk mantap. Ibuku tersenyum melihat tingkahku. Dan aku mengantarkannya ke bandara dengan berat hati.

Selanjutnya, aku disibukkan dengan mencoreti kalender milik ayahku. Tetapi ayahku pergi begitu lama. Sampai aku kelelahan menunggu dan mulai malas mencoreti kalender seperti yang pernah diminta ayah. Aku mulai menangis dan marah pada ibuku, juga semua orang. Tubuhku melemah karena aku selalu menolak makanan bahkan minuman. Aku enggan bicara, termasuk pada teman sepermainanku, Ramadhani. Sampai suatu hari ibuku mengatakan kalau ayahku tidak akan pulang lagi. “Ayah sudah terbang ke surga,” katanya.

Sejak itu aku sangat membenci angka-angka. Aku benci penanggalan dan tidak mau melihat kalender terpajang di rumah. Aku benci menghitung sesuatu. Aku juga mulai suka melukai diriku sendiri. Hingga akhirnya aku jatuh sakit dan harus terbaring di rumah sakit yang bagiku baunya sangat tidak enak.

Bayangan ayahku dan nuansa lembut itu perlahan-lahan memudar. Aku mencari-cari dan menajamkan pandanganku, tetapi percuma. Di hadapanku, suasana berganti menjadi demikian putih dan rapat oleh kabut tebal yang mengeluarkan hawa dingin. Satu sosok laki-laki dewasa tampak berjalan menembus kabut menuju padaku. Tubuhnya jauh lebih tinggi dariku. Dia tersenyum dan menggandeng tanganku. Kulit tangannya terasa begitu halus di telapakku.

Sambil mengajakku untuk duduk, laki-laki itu bercerita tentang langit dan menyebut-nyebut surga. Aku teringat pada ayahku dan bertanya kepada laki-laki di sebelahku, “Apa ayahku ada di sana?”

“Benar,” jawabnya.
“Di mana?”
“Di langit ke tujuh.”
“Apa kita bisa ke sana?” tanyaku tak sabar.
“Kelak kita akan ke sana. Tapi, ada syaratnya.”
“Apa syaratnya?” sahutku semangat.
“Kau terlebih dulu harus bisa menghitung jumlah langit itu. Kalau tidak, kau tidak akan bisa sampai ke tempat ayahmu. Karena kau akan tersesat.”

“Kalau begitu lupakan! Aku tidak mau menghitung. Aku benci angka-angka!” aku berteriak.
“Di langit, kau juga bisa menghitung bintang-bintang.”
“Aku tidak mau menghitung langit atau apa pun.”
“Percayalah, kau akan menyukainya.”
“Untuk apa aku menghitung bintang-bintang?”
“Mungkin di sana ayahmu juga sedang menghitung bintang-bintang.”
“Benarkah?”

Laki-laki itu mengangguk. Aku memeluknya tanpa ragu-ragu. Suasana begitu hening mengurung kami berdua. Aku menyandarkan kepalaku ke dada laki-laki itu. Tidak ada suara apa pun di tempat ini, kecuali detak jantungku sendiri. Degup yang sudah cukup lama ini terasa sangat lemah. Aku menikmati detak jantungku yang menjelma nada indah tersendiri bagiku.

“Apa kita bisa menghitung suara ini?” kataku menunjuk bunyi jantungku.
“Ya, tentu. Hitunglah. Akan sangat menyenangkan kalau kita menghitung sesuatu yang kita sukai.”
“Apa suara ini akan selalu berbunyi selamanya?”
“Tidak. Dia akan berhenti, kalau kau sudah mati.”
“Mati? Pergi ke surga, seperti ayahku? Begitukah?”
“Ya.”
“Kalau aku mati, apa aku bisa bertemu ayahku?”
“Tentu saja.”
“Aku ingin sekali suara ini berhenti berbunyi,” kataku pelan.
“Ibumu akan bersedih jika kau meninggalkannya,” jawab laki-laki itu.

“Jangan beritahu ibuku kalau aku mati. Berjanjilah untuk diam. Seperti yang dilakukan ibu padaku dulu, ketika ayah meninggalkan kami.”
“Bagaimana dengan temanmu, Ramadhani?”

Aku terhenyak. Ramadhani? Ah, aku melupakannya. Apa aku tega meninggalkannya begitu saja? Tapi…bukankah aku sudah mengatakan hal ini kepadanya dulu, di satuan waktu yang lain? Tentu dia akan mengerti.
Aku baru saja akan mengatakan pada laki-laki itu bahwa Ramadhani akan baik-baik saja jika harus kutinggalkan, tetapi dia telah lenyap dari pandanganku. Aku tidak lagi berada dalam pelukannya. Suasana yang putih berkabut kini berganti dengan taman yang sangat indah dan penuh bunga. Aroma wangi dari kelopak-kelopak yang bermekaran memenuhi tempat yang belum pernah sekalipun kutemui ini.
Saat itu, di kejauhan, aku kembali melihat sosok ayahku berdiri sendiri. Kali ini dia menatap ke arahku dan tersenyum. Aku membalas senyumannya dengan berjalan menujunya. Tetapi pandanganku mendadak mengabur. Aku berjalan terus sampai semuanya semakin tak terlihat olehku. Aku menghentikan langkahku dengan rasa kecewa.
Aku teringat pada teman kecilku. Ramadhani, kalau setelah ini aku harus pergi, maka semua yang kulihat barusan akan menjadi satu mimpi terindah sebelum matiku. Kataku dalam hati.

AKU lihat kau duduk di samping pembaringanku. Matamu teduh tetapi berkaca-kaca. Ruangan rumah sakit ini lebih tampak seperti kamar mayat. Dingin, sepi, dan jiwa-jiwa yang beku. Aku masih tertidur. Sesekali berteriak menyapamu, tetapi kau tak mendengarku. Mimpi yang kulihat masih tersisa dengan kaburnya. Kau takkan percaya, Ramadhani, aku bertemu ayahku dalam mimpiku.

Aku teringat dunia yang lain. Waktu kau, Ramadhani, menciumi bibirku ketika aku bicara tentang mati. Tapi kini kau tampak sedikit berbeda. Wajahmu terlihat sangat ketakutan seolah sedang menonton opera kematian. Dan, ah, Ramadhani, lihat! Ayahku datang lagi. Mimpiku jelas kembali. Dengan cepat aku menenggelamkan diri di gambaran mimpiku.

Di belakangku, ayahku merentangkan tangannya untukku. Dadaku penuh rasa rindu yang tak tertawar lagi. Dan…di arah yang berlawanan, “Hei, itu kau, Ramadhani. Kau juga di sini?” tanyaku. Tapi kau diam. Kaku. Tak lama kemudian kau memanggil namaku dengan sangat pelan. Nyaris tak terdengar olehku. Sebenarnya kau mau aku datang padamu atau tidak?

Aku tak bisa memilih. Antara ayahku dan kau, dalam mimpiku. Napasku sudah total terengah-engah. Ini melelahkan, Ramadhani. Tetapi juga menyenangkan. Pengalaman unik yang tak bisa sembarangan diceritakan. Aku yakin sekali ini jauh lebih menarik daripada menghitung langit atau bintang.

Kemudian semua terpastikan. Seseorang di atas kepalaku, menarik sesuatu dari tubuhku. Ada yang terlepas dengan begitu lekas. Sangat cepat, tetapi sempat membuatku tercekat.

Aku lupa semua mimpiku. Tiba-tiba ayahku sudah memelukku dengan eratnya. Sementara kau menangis di pelukan ibuku, di ujung pembaringanku. Dokter mencabut selang infusku. Aku berteriak untukmu, “Aku akan merindukan ciumanmu, Ramadhani.” Tapi lagi-lagi kau tak dapat mendengarku, melainkan hanya terus menangis. ***

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

puisi

Maret 19, 2008 at 7:12 am (puisi)

….aku masih menyayangi dia…..
kini…..aku kembali mengingat dia…
dia yang sudah pergi….
dia yang mungkin tak akan pernah,,
mengenangku sedikit pun….
apa lagi yang aku harapkan…..???
seharusnya….
aku sudah bisa melupakan dia…..
seharusnya…..
aku sudah bisa membenci dia……
karena dia sydah amat sangat menyakiti hatiku….
tapi….
hati ini tak akan pernah bisa berdusta…..
hati ini masih amat sangat menyayangi dia…..
hati ini tak pernah bisa untuk membenci dia…..
oh Tuhan…..
dimanakah dia sekarang….????
masih ingatkah di padaku……????
apakah dia merindukan aku…..????
seperti aku di sini yang ….
amat sangat merindukan dia….

inikah cinta?
bersamamu……………
terkadang sedih…….
terkadang bahagia…..
terkadang meyakitkan hati……taukah aku arti dari?
semua perasaan ini?
ingin ku mencoba
tuk lari……
tuk sembunyi……

namun bayanganmu…..
selalu mengikuti…
apakah perasaan ini?
juga kau rasakan?
dan……………
mungkinkah ini yg disebut?
“CINTA”

ayat ayat cinta I
serangkai kata terangkum sempurna…
dari seorang penyair cinta…
tertorehkan di padang padang gersang gurun sahara…
persinggahan para musafir haus rasa…
inspirasi pujangga kelana….
disaat merasa getar getar asmara…
melanda nurani terdalamnya…
teriknya sang surya…
tak kan jadi penghalang baginya…
demi belahan jiwa…
kan ditempuh sepenuhnya…
kan dilalui seutuhnya….
diujung lorong waktu….
cinta itu bersatu…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »